Tagged: bekam kursus dokter

saat ini ada anggapan bahwa kalangan dokter menolak bekam? benarkah?

jelas nggak dong, buktinya aku gak menolak kan? sorry hanya gurau. biar gak stress.

ingin tahu kenapa mereka menolak? ni, jawabnnya:

1. karena para terapis bekam tidak bisa menjelaskan secara ilmiah tentng bekam. kalau ditanya, maka jawabannya ” ini sunah, harus diikuti dan dipercayai. titik!”. nah kalau begini caranya berarti tidak bisa berda’wah dengan hikmah dan mauidhotil hasanah. Sehingga akhirnya bila ada para dokter yang menyetujui bekam kebanyakan karena imannya bukan karena kehebatnnya. Alangkah hebatnya bekam itu kalau dari sisi iman diterima dan dari ilmiyah mendukung. maka bekam akan berjaya di muka bumi ini.Oke, dari sekarang belajar  bekam secara ilmiah agar bisa dipahami semua orang.

2. Karena para terapis bekam terlihat jorok, tidak higienes dan tidak steril. Ketika para dokter melihat sebagian besar para terapis (bukan semua lo ya, jangan tersinggung) ketika melakukan terapi bekam terlihat jorok, tidak higienes, dan tidak steril (padahl para terapis sdh merasa higienes dan steril), maka para dokter sangat kuatir bahwa bekam tsb akan menularkn penyakit hepattis dan aids, maka bagaimana wahyu allah bisa menularkan penyakit? pasti kesalahannya pada para terapisnya, bukan wahyunya. maka wahai teman-temanku, ayolah kita membekam dengan higienes dan steril sesuai dengan standar medis ya, agar bekam bisa terlihat profesional.

3. Karena para terapis ketika membekam memakai bahasa “bukan bahasa medis”, seperti “darah kotor, toksin, bendungan darah, jendalan darah, bekuan darah,”  Ini bukan bahasa medis lo ya, tapi bahasa pengobatan tradisional (padahal ga mau kan kalau dibilang bekam itu pengobatan tradisional, tapi kenapa memakai bahasa tradisional). Sehingga bahasa non medis ini akan sulit dipahami oleh kalngan kedokteran. ibaratnya memakai bahasa planet mars di hadapan makhluk bumi, ya jelas bingung dong! Makanya agar bekam bisa diterima oleh kalangan medis, silahkan belajar memakai bahsa kedokteran ya!

4. yang lain banyak, tapi tanyakan sendiri kepada para dokter ya, kenapa menolak bekam. Tapi jangan syuudhon dulu bahwa mereka menolak lo ya. Cuma mereka belum bisa menerima karena cara menerangkan dan menjelaskannya ke dokter tidak tepat.