BEKAM DI MASA PANDEMI CORONA

PRAKTEK BEKAM DI MASA PANDEMI COVID

Banyak masyarakat yang ingin sehat dengan bekam, baik bekam untuk pengobatan maupun bekam untk menjaga stamina atau kesehatan. Namun bolehkah bekam di masa pandemi Covid 19 ini? Kalao diperbolehkan bagaimana caranya agar tetap sehat, tidak tertular virus corona dan tidak menularkannya.

Virus corona masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut, dan mata, dan menular lewat dua cara:

1. Lewat droplet, lewat percikan udara yang mengandung virus melalui batuk, bersin. Maka cara pencegahannya adalah

a) Memakai masker, supaya percikan tertahan di masker

b) Memakai kacamata google atau face shield, supaya percikan tidak mengenai wajah, hidung, dan mulut.

c) Menjaga etika batuk dan bersin, agar percikan tidak keluar/memercik saat batuk atau bersin.

d) Menjaga jarak dengan orang lain minimal 1 meter, agar terhindar dari percikan,  dan percikannya tidak mengenai orang lain.

2. Lewat sentuhan tangan yang mengandung virus. Maka pencegahannya adalah dengan

a) Memakai Sarung tangan, agar tidak menyentuh benda-benda yang terkontaminasi virus.

b) Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, agar virus yang berada di tangan mati.

c) Tidak menyentuh benda-benda sekitar kita, karena dikuatirkan benda-benda tersebut mengandung virus.

d) Tidak menyentuh muka, mata, mulut dan hidung, karena dikuatirkan tangan atau benda-benda yang menyentuh muka, mata, hidung dan mulut tersebut mengandung virus sehingga masuk ke dalam tubuh.

Dengan demikian selama melakukan bekam, hendaknya terapis atau operator bekam dan pasien mengikuti protokol sebagai berikut:

A. Menyiapkan Ruangan, Meja, dan Tempat Tidur.

1) Ruangan, meja/dressing trolley, tempat tidur, matras dan lainnya harus dilalukan disinfeksi minimal sebelum dan setelah melakukan bekam.

2) Ruangan bekam harus dijaga kelembabannya, dan sirkulasi udara harus baik misalnya dengan memasang exhaust.

3) Membatasi jumlah orang yang beradadi dalam ruang bekam.

4) Membatasi orang yang keluar dan masuk ruang bekam. Yang diijinkan masuk hanya petugas yang berkepentingan dalam proses bekam.

B. Menyiapkan Peralatan Bekam agar selalu steril.

1) Sebelum membekam pastikan bahwa semua instrumen bekam sudah disteril semua (sudah melewati proses perendaman, pembilasan, pencucian, disinfeksi dan sterilisasi).

2) BHP (bahan habis pakai), yaitu bahan yang setelah terpakai harus dibuang.

3) Siapkan nampan stainless ukuran besar yang berisi peralatan bekam. Sebaiknya satu pasien disiapkan satu nampan besar dengan peralatan yang tidak bercampur untuk pasien lain. Jadi satu pasien satu nampan.

4) Peralatan bekam setelah selesai harus segera disteril.

C. Menyiapkan Tim Bekam.

1) Mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir.

2) Melakukan disinfeksi pada tangannya.

3) Memakai Alat Pelindung Diri (APD), yang terdiri dari :   a) Masker, penutup hidung dan mulut. b) Kaca mata goggle, pelindung mata dan hidung. c) Face field, penutup wajah. d) Sarung tangan. e) Apron, baju bedah atau baju khusus bekam. f) Kap/penutup kepala. g) Alas kaki khusus. h) Memakai sarung tangan (hand scoon).

D. Menyiapkan Pasien.

1) Menegakkan diagnosa (anamnesa, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang).

2) Memberikan penjelasan dan informed consent.

3) Menyiapkan rekam medis.

4) Melakukan tindakan aseptik pada pasien

5) Pasien memakai baju khusus pasien.

6) Pasien memakai masker atau face shield.

7) Pasien cuci tangan dengan sabun sebelum dan setelah dibekam.

E. Teknik Bekam di masa pandemi.

1) Usahakan terapis memakai APD yang lengkap seperti di atas (Masker, kaca mata goggle, Face field, sarung tangan, Apron/baju bedah/baju khusus bekam, Kap/penutup kepala, Alas kaki khusus, dan sarung tangan.

2) Usahakan pasien juga memakai APD (masker, face shield, dan baju khusus pasien).

3) Di saat membekam hindari bertatap muka langsung dengan pasien, bisa dilakukan bekam dari samping atau membelakangi pasien.

4) Usahakan menjaga jarak dengan pasien.

5) Tidak menyentuh bagian pasien atau benda-benda pasien yang tidak diperlukan.

6) Tidak menyentuh atau memegang benda-benda di sekitar pasien atau terapis.

7) Selesai membekam, APD pasien dan APD terapis segera dimasukkan ke mesin cuci.

8) Sebelum dan setelah membekam, terapis dan pasien mencuci tangan dengan sabun.

9) Sebelum dan setelah membekam, semua peralatan, sarana, harus didisinfektan ulang

 

(dr.wadda. dalam Buku Bekam.Medik)


Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*