Cara sterilisasi alat bekam

CARA DEKONTAMINASI DAN STERILISASI

 

Cara Melakukan Dekontaminasi.

  1. Langkah I. Perendaman.

1) Siapkan larutan klorin 0,5% (klorin yang sudah diencerkn dengan air dengan perbandingan tertentu) dalam wadah khusus.

2) Siapkan wadah khusus yang anti karat (plastik, email atau porselen) dengan ukuran yang memadai bagi sejumlah peralatan instrument bekam.

3) Letakkan instrumens yang sudah terpakai dalam wadah yang sudah dipersiapkan. Gunakan sarung tangan (sarung tangan tebal dari bahan karet atau polivinil) untuk mengumpulkan dan memasukkan instrument bekam ke dalam larutan

4) Jumlah cairan harus cukup untuk merendam seluruh instrument. Gunakan larutan yang baru setiap kali akan merendam. Dan ganti larutan bila sudah digunakan berulangkali atau menjadi keruh, kondisi larutan yang baik menjamin daya kerja yang efektif

5) Rendam instrumen selama 20 menit. Semua bagian instrumen harus terendam. Setelah semua instrument bekam direndam, bersihkan sarung tangan di dalam larutan klorin tersebut, lepaskan secara terbalik, kemudian rendamlah sarung tangan dalam larutan yang sama.

6) Dianjurkan menggunakan kaca mata pelindung untuk melindungi mukosa mata dari percikan cairan klorin.

7) Langkah pertama ini belum membunuh bakteri, tetapi hanya melumpuhkan.

 

 

  1. Langkah II. Pembilasan.

1) Setelah terendam dalam laruran klorin 0,5% selama 20 menit, ambil instrumen dengan korentang dan siram dengan air mengalir. Air mengalir diperlukan untuk menggelontor darah, dan kotoran yang menempel pada instrumen. Juga membuang sisa-sisa klorin yang masih ada.

2) Kemudian instrumen dipindahkan ke wadah lain, misalnya waskom.

 

  1. Langkah III. Pencucian.

1) Isi waskom dengan air. Boleh menggunakan air panas bersuhu minimal 70℃.

2) Kemudian dilakukan pencucian instrumen. Pencucian bisa dilakukan dengan  deterjen. Jangan menggunakan sabun mandi karena meninggalkan residu yang sulit dibersihkan.

3) Buka semua instrument bekam yang ada sambungannya, seperti melepas pentil dari gelas kop, dan memisahkan ujung pen bekam dari pangkalnya. Lepaskan bagian yang dapat dilepas atau dibongkar pasang. Bersihkan bagian dalam dan luar.

4) Lakukan penyikatan di dalam air rendaman untuk mengurangi percikan bahan-bahan yang terlepas akibat penyikatan atau cairan pencuci.

5) Untuk membersihkan darah dari ujung pen bekam: Masukkan kassa  ke dalam lobang, gosok-gosoklah, dan masukkan – keluarkan dengam memakai cairan sabun atau detergen berkali-kali hingga kotoran hilang. Apabila belum bersih, pegang dan masukkan pen lagi ke dalam air, lalu kocok maju mundur kuat-kuat (hati-hati jangan sampai terkena percikan).

6) Pastikan sisa tidak ada bahan/kotoran dan cairan pencuci/busa sabun yang tertinggal, karena beberapa kotoran dan detergen dapat menghambat kerja desinfektan kimiawi

7) Setelah bersih, dengan menggunakan korentang, instrumen kemudian dikeringkan dengan handuk bersih dan letakkan dalam bak bersih.

8) Instrument siap untuk diproses lebih lanjut (DTT) atau sterilisasi.

 

  1. Langkah IV. DTT dan Sterilisasi.

1) Beberapa kuman dengan endospora belum mati dengan tiga proses di atas. Maka harus dilanjutkan dengan langkah ke empat, DTT dan sterilisasi.  

2) Proses penghilangan kuman dengan endospora paling baik dan standar dengan sterilisasi. Sterilisasi yang dianjurkan adalah melalui sterilisator panas (autoklaf atau oven). Tetapi jika hal ini sulit maka bisa memakai metode alternativ desinfeksi tingkat tinggi ( DTT ) yang berupa perebusan atau pengukusan (dengan panci presto), atau dengan uap air 100 derajat Celsius. Namun jika takut alatnya rusak karena meleleh, maka bisa memakai zat kimia.

3) Penggunaan sinar ultra violet boleh digunakan pada langkah ke IV ini, namun hasilnya tidak maksimal. Lebih baik penyinaran dilakukan setelah perendaman zat kimia.

4) Dengan selesai proses ini maka instrumen siap digunakan. Jika tidak akan segera digunakan bisa disimpan dalam bok khusus yang tertutup maksimal selama seminggu.

5) Cara DTT dan sterilisasi sebagi berikut ini.

Cara Sterilisasi dengan Panas.

  1. Dengan autoklaf ( sterilisasi uap panas).
  2. Dengan oven ( sterilisasi panas kering ),

Cara Dekontaminasi dengan Desinfeksi Tingkat Tinggi ( DTT ).

  1. Dengan panas basah (perebusan atau pengukusan).
  2. Dengan bahan kimiawi.
  3. Dengan sinar ultra violet.

 

sumber : buku bekam medik, dr.wadda

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*